Tampilkan postingan dengan label php. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label php. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Juni 2017

Apa Itu Laravel Mix




Untuk sebagian developer pasti sudah mengenal apa itu laravel-mix dan apa itu fungsi dan manfaatnya, tapi untuk sebagian developer juga pasti tidak mengenal apa itu laravel-mix dan apa sih fungsinya ?

Nah saya juga sebagai pengguna lama laravel awalnya tidak menyadari kegunaan laravel-mix itu sendiri, itu pun saya tahu secara tidak sengaja melihat video course tutorial Jeffrey way yang menerengkan sedikit tentang laravel mix, nah dari sana saya mulai pingin tahu dan pingin memakai larave-mix dan saya menyadarai kalo fitur itu sayang berguna dan bermanfaat untuk proses development, khusunya memanage asset seperti mengcompile Common CSS, javascript pre-processors  dan minifiy asset untuk production dan yang lebih penting bisa untuk membuat sebuah versioning js file kita gan.

Nah kalo menurut saya laravel-mix itu sendiri adalah compiler dan bisa disebut juga sebagai tempat untuk mengatur dan me-ngelola asset file js/css, sala-satu compiler popular seperti gulp dan grunt, lalu tugas dari laravel-mix itu memindahkan semua asset kita yang kita tulis di file webpack.mix.js ke dalam folder public yang nantinya di akses atau diload oleh website yang kita pakai, nah loh ? bukannya engga ada bedanya klo kita taruh langsung file js/css nya di public seperti hal yang saya lakukan pada projek2 aplikasi sebelumnya ? hehe, nah itulah yang terpikirkan oleh saya kenapa harus begitu, dan setelah saya mengimplementasikan laravel-mix itu pada aplikasi yang saya develop, saya baru menyadari manfaatnya apa, dan skrng saya lebih memilih untuk menggunakan laravel-mix ketimbang menaruh langsung file js/css di public folder.

Kenapa saya merubah penempatan asset js/css ? ya karena si laravel-mix ini :D, bukti sederhana yang membuat saya jatuh cinta pada laravel-mix itu adalah fitur

Minify

Minify asset itu sangat penting dilakukan jika website sudah ada di tahan production, karena itu membuat load asset menjadi lebih cepat sehingga load website kita bisa di optimasi dari sana, dan saya sering lihat di website-website besar file js/css selalu dalam keadaan minify,

Versioning file

Awalnya saya tidak tahu apa itu versioning, saya tahu manfaat versioning ketika saya menghadapi kasus dimana file js/css tidak berubah kodenya di web browser walaupun di code file js/css sudah saya rubah, kenapa kok bisa gitu ? karena ada cache di browser yang membuat code file js/css kita tidak terload secara up to date, dan harus kita lakukan clear cache dulu baru file js/css kita akan sama dengan yang aslinya (up to date), nah untuk meresolve kasus itu maka ada yang namanya versioning nama file di js/css yang kita buat :D, tujuannya ya itu untuk menghindari tidak terupdatenya file js/css karena cache browser.

Compiler Common CSS dan Javacsript pre-processor

Mungkin sebagai orang tidak tahu apa itu compiler Common CSS dan Javascript pre-processor, yang saya tahu dari pengalaman, saya pernah menggunakan SASS sala-satu preprosessing CSS lalu jika anda sudah familiar Typescript, CoffeScript yang merupakan preprosessing Javascript terkenal dan sudah banyak dipakai. nah laravel-mix memiliki kegunaan untuk mengolah hal semacam itu.


Nah setelah kita membahas sedikit tentang laravel-mix maka disini saya akan memberikan tutorial sederhana bagaimana cara memakai laravel-mix, sebelum saya mulai maka siapkan peralatan tempur terlebih dahulu yaitu

  • Laravel => jika blm install bisa kesini install laravel
  • Node
  • NPM (Node Package Manager)
Saya asumsikan kalian sudah menginstall semua depedensi yang diperlukan untuk menjalankan laravel-mix, lalu 

Langkah Pertama install laravel-mix dengan mengetikan perintah ini didalam terminal dan dialam direktori root laravel kita
npm install
Perintah diatas berguna untuk mendowload semua depedensi laravel-mix yang sudah di atur di package.json yang ada di folder laravel.

Lalu jika sudah selesai maka kita langsung membuat satu file, klo disini saya membuat file js dan taruh file itu di folder resource/asset/js, ingat jangan di folder public :D,
touch resources/assets/js/simple.js
Jika sudah dibuat maka buat simple kode sederhana di dalam file tersebut


Lalu daftarkan file js kita di folder webpack.mix.js

Jika sudah begitu maka buka terminal dan jalankan perintah ini
npm run dev
Maka outputnya akan kurang lebih akan seperti ini


Nah jika sudah seperti itu maka file simpe.js yang kita buat sudah berada di folder public.

Lalu jika kita ingin meminify file js kita,  jalankan perintah ini diterminal

npm run production
Lalu jika kita ingin memberikan versioning difilejs kita maka tambahkan code ini di webpack.mix.js



Lalu jalankan perintah npm run dev atau npm run production di terminal maka laravel-mix akan mencompile filejs yang tdi kita dengan nama yang sedikit berbeda.

Lalu untuk menload js yang kita buat, kita bisa menggunakan helper laravel bernama mix



Nah gan kurang lebih begitu cara menggunakan laravel-mix, untuk dokumentasi lebih lengkap bisa meluncur langsung ke website laravel mix

Sekian post dari saya, semoga bermanfaat :D

Minggu, 19 Maret 2017

Cara Install Web server (apache), MySql dan PHP Di Linux(Ubuntu)


Bagi kalian pengguna window yang baru hijrah atau migrasi sistem operasi dari window ke linux, maka rata2 biasanya kebingungan akan sistem operasi linux, karena dalam linux khusunya ubuntu(sistem os yang saya pake), untuk menginstall sebuah tools atau aplikasi itu caranya sedikit berbeda dengan window, di window hanya tinggal download .exenya dan tinggal klik dan klik udah itu beres dan bisa dipake, lalu di linux untuk menginstall sebuah tools biasanya kita ketika sebuah perintah dalam terminal, atau mendowload aplikasi itu jika tidak ingin ribet di ubuntu sofware center, tapi menurut ane, mending pake terminal untuk mendownload dan menginstall aplikasi karena lebih cepat hehe,

Oke disni ane bakalan ngasih tahu cara install web server (apache), PHP, dan MySql di linux (ubuntu)

Oke mari kita mulai

Pertama, pastikan anda terkoneksi dengan internet 
Install Apache (web server)
sudo apt-get update && apt-get install apache2
Perintah diatas bertujuan untuk melakukan update sistem dan selanjutnya menginstall apache2 atau web server local komputer

Install PHP-Mysql (module) dan MySql
sudo apt-get install mysql-server libapache2-mod-auth-mysql php5-mysql
Jika MySql sudah terinstall maka aktifkan MySql DB
sudo mysql_install_db
Lalu selanjutnya jalankan perintah ini
sudo /usr/bin/mysql_secure_installation
Lalu setelah itu agan disuruh untuk mengisikan config2 dasabase mysql agan masing2
Jika sudah maka selanjutnya adalah install PHP
sudo apt-get install php5 libapache2-mod-php5 php5-mcrypt
Jika sudah berhasil di install PHPnya maka tambahkan php dalam direktory index server apache
sudo nano /etc/apache2/mods-enabled/dir.conf
Dan edit filenya tersebut seperti dibawah ini
Nah jika sudah, ctrl+x lalu save,  jika agan sudah melakukan step2 yang ada di atas, coba agan akses localhost dibrowser komputer masing, jika bisa di akses maka agan berhasil menginstall web server dikomputer agan
Lalu mari coba test apakah php berhasil terinstall dengan membuat file php didalam webserver Buat 1 file php
sudo nano /var/www/info.php

Lalu edit file menjadi seperti ini

Jika sudah maka bukan localhost/info.php

Jika succes maka akan muncul versi php, dan itu artinya agan-agan telah sukses melakukan instalasi

Nah sekian post dari ane, semoga bermanfaat
Sumber : digitalOcean

See you on the next post..

Minggu, 05 Maret 2017

Laravel Debugbar


Mendebug sebuah aplikasi dari awal pembuatan merupakan hal yang paling penting menurut ane, karena dari sana kita bisa melakukan optimasi terhadap fungsi-fungsi yang telah kita buat, terutama pada fungsi query yang bisanya selau memakan waktu yang sedikit lama dalam eksekusi proses, apalagi jika query sangat kompleks,  sangat berpengaruh pada saat load page pada website.

Oleh karena itu, untuk menghindari sebuah proses yang berat dan agar para developer tahu maka harus adanya debug proses dari awal, supaya perbaikan bisa cepat di atasi dan di optimasi terharap proses-proses yang memiliki waktu eksekusi yang lumayan lama.

Dalam laravel ada sala-satu pacakge yang saya sudah gunakan, yaitu barryudh/laravel-debuger, penggunaanya menurut saya cukup mudah dan kegunaanya sangatlah bermanfaat bagi development sebuah aplikasi, karena jika laravel-debuger sudah terinstall maka disetiap kita membuat sebuah proses dan melakukan testing terhadap proses itu maka laravel-debuger akan menampilkan hasil dari waktu eksekusi time, terutama eksekusi time query yang sangat penting.


Didalam artikel ini ane bakalan memberi tahu cara menginstal pacakge laravel-debuger


Saya asumsikan laravel agan terlah terinstall dan telah runing di local agan masing2,

Pertama download pacakge via composer,
composer require barryvdh/laravel-debugbar
Kedua, edit file config/app.php


Ketiga, tambahkan facade laravel-debuger jika agan perlu


Jika sudah, maka bukan local laravel anda, dan penamkanannya nambak seperti gambar dibawah ini

Nampak didalam halaman, terdapat sebuah tab seperti console log google, ketika di klik maka akan menampilkan semua proses termasuk query, disni ane membuat query untuk menampilkan semua data user, dan terlihat berapa waktu eksekusi untk query itu



Nah itu gan sala-satu fungsi dari debug proses dilaravel, sangat berguna dan memprospek sebuah aplikasi ke arah yang lebih baik ketika sudah menjadi aplikasi besar


Sekian dari ane, semoga bermanfaat, terima kasih, see you on the next post




Minggu, 19 Februari 2017

Membuat Rest API dengan Laravel


Yups, Rest API menurut ane sudah jadi kebutuhan umum buat pembuatan sebuah aplikasi, dan juga untuk mengambilan data untuk kebutuhan umum, misalkan API resi JNE yang kegunaanyannya berguna banget.

API juga menurut ane gambang untuk dipelajari, engga susah gan, soalnya hanya tinggal menampilkan dan memproses data-data yang masuk dan keluar aja, jadi engga usah bikin html atau layout atau apalah sesuau yang berhubungan dengan tampilan website, dalam membuat API semua itu tidak dibutuhkan, yang dibutuhkan dan diambil dari API itu Data dan response status hihihi..

Pengalaman ane bikin API itu pada saat ane dikantor, dapetin projek yang menggunakan sistem three tier, kalo dijelasin secara singkat sih itu sistem backend-frontend, dmana ada 2 aplikasi terpisah yang satu API dan yang kedua layout, keuntungannya banyak gan, jika kita pake sistem kaya gitu nanti bisa dinamis atau bisa dipake untuk kebutuhan aplikasi lain misalkan mobile dan website lain :D

Disini ane bakalan kasih tutorial singkat bagaimana cara membuat REST API dilaravel gan :D, gampang loh gan hehehe

Siapkan alat tempur nya

Jika laravel sudah terinstall dan sudah running dilocalhost agan masing2 maka let's code


Pertama, atur koneksi laravel dengan database agan masing2 ya


Kedua, membuat migration, disini ane pake migration bawaan laravel yaitu migration table users


Ketiga, jalankan migration dengan menjalankan perintah diterminal
php artisan migrate
Keempat, membuat seeder untuk users
php artisan make:seeder UsersTableSeeder
Kelima, edit file UsersTableSeeder.php menjadi seperti ini :

Keenam, jalankan seeder melalui terminal
php artisan db:seed
Ketujuah, buat controller
php artisan make:controller UserController -r
Kedelapan, membuat method untuk menampilkan data user

Kesembilan, membuat method untuk create data user

Kesepuluh, membuat method untuk show spesific data user


Kesebelas, membuat method untuk update data user


Keduabelas, membuat method untuk delete data user


Ketigabelas, langkah terakhir adalah membuat route untuk UserController di file api.php

Keempatbelas, jalankan server
php artisan serve



Nah jika sudah semua tinggal testing rest api, klo disini ane test pake postman,
Beikut sedikit contoh testing rest api menggunakan postman


Jika sudah seperti itu maka agan-agan sekalian sudah success membuat simple REST API :D
Nah sekian post dari ane, semoga bermanfaat buat agan-agan sekalian, See you on the next post

Sabtu, 11 Februari 2017

Menggunakan Facade Di Laravel


Dalam artikel ini saya akan menjelaskan sedikit dari sala-satu helper laravel yang menurut ane kegunaanya itu berguna banget untuk membuat aplikasi dan mempercantik coding supaya enak di lihat heheheh.

Oke, yang akan kita bahas adalah Facade dalam laravel, apa itu Facade ? untuk penjelasan lengkapnya agan bisa ke sini documentasinya langsung Facade.

Kalo menurut ane sih Facade bisa kita gunakan sebagai media untuk memanggil class yang telah kita buat, nanti jadinya sebuah class yang kita buat bisa kita panggil via facade dengan cara static pake titik 2 (::) 

Penjelasan mengenal bagaimana cara memanggil method dengan cara static/object, agan bisa ke link ini untuk memahami magic method __call dan __classStatic   

Oke kita langsung aja berkoding ria, disini ane bakalan kasih tahu cara bikin class yang terintegrasi dengan Facade

Alat Tempur
  • Linux Ubuntu/Window/Mac -> ane disini pake Linux Ubuntu
  • Web server (Lamp/Xampp)
  • PHP Version 5.6.1 <=
  • Laravel => Install laravel

Oke jika semua alat tempur sudah terinstall, ayo ngoding

1. Buat 1 folder di dalam app direktory laravel dengan nama Classes
mkdir Classes
2. Lalu masuk ke dalam folder Classes dan buat folder baru Bernama Facade
cd Classes && mkdir Facade
3. Lalu didalam direktory Classes buat file baru bernama Kun.php
touch KunKin.php
4. Lalu isi KunKin.php dengan syntak dibawah ini

4. Setelah itu masuk ke dalam folder Facade lalu buat file baru bernama KunKin.php
cd Facade && touch KunKin.php
5. Lalu isi KunKin.php yang berada didalam folder Facade dengan syntak seperti dibawah ini :

6. Lalu jika agan sudah membuat 2 file yang itu maka langkah selanjutnya adalah membuat provider, lakukan perintah ini didalam terminal :
php artisan make:provider KunKinProvider
7. Lalu Edit file KunKinProvider yang ada di direktory app/Providers, tambahan syntak seperti dibawah ini :


8. Jika sudah diedit maka daftarkan provider yang telah kita buat didalam config/app.php
9. Lalu tambahkan aliases class

10. Jika sudah, maka kita tinggal coba, masuk ke dalam tinker
php artisan tinker
11. Lalu ketikan perintah
KunKin::sayKunKin()

12. Maka jika akan memunculkan return "Hello Kun Kin", jika sudah seperti itu maka agan2 sekalian telah sukses implement facade dilaravel :D


Gmana gan ? cukup mudahkan, itulah sala-satu cara pake facade dilaravel gan


Oke sekian post dari ane, semoga agan-agan bertambah ilmunya, see you on the next post

Minggu, 05 Februari 2017

PHP - 5 Daftar Framework Paling Populer


Halo gan ketemu lagi dengan ane, udah lumayan lama ane engga buat2 artikel lagi, dan baru kali ini bisa lagi bikin artikel karena kemaren-kemaren ane sibuk gan :D

Oke di artikel ini ane bakal ngebahas bahasan ringgan tentang framework PHP popular yang menurut ane paling banyak dipake dikalangan developer gan,

Oke mari lanjut .





2. Sympony


3. Codeigniter


4. Yii




5. Phalcon




Source : http://www.hongkiat.com/blog/best-php-frameworks


Oke gan sekian post dari ane, semoga bermanfaat, see you on the next post

Senin, 02 Januari 2017

Cara mengirim Email di PHP


Mengirim sebuah email merupakah sala-satu kebutuhan dalam beberapa aplikasi, seperti aplikasi social media yang selalu aktif mengirimkan email-email news atau notikasi tentang akun kita, lalu website-website eCommerce yang selalu menggunakan email sebagai media untuk activation akun membernya lalu sebagai media lupa password untuk para membernya, jadi tak bisa dipungkiri bahwa mengirim email itu fitur yang sangat bermanfaat dan kegunaanya bisa di gunakan dalam hal apa saja didalam sebuah aplikasi.

PHP sebagai bahasa programing populer menyediakan function untuk send mail, penggunaanya menurut saya amat sangat mudah dan gampang di pahami, initinya anda hanya tinggal pake saja :D

Ini contoh syntak send mail dengan PHP :


Cukup gampang dan mudah dipahami gan, dalam syntak itu kita harus mengisikan message, email tujuan lalu title email tersebut.

Lalu ini contoh syntak send mail dengan PHP menggunakan header :


Nah gimana cukup mudahkan gan, kirim email di PHP :D


Lalu disini saya akan memberitahu tentang cara send mail menggunakan sala-satu library PHP yaitu PHPMailer gan, kenapa kok pake library ?, alasannya itu sederhana yaitu biar engga riber-riber lagi dan tinggal pake(intinya lagi males) heheh


1. Pertama download dulu library PHPMailernya gan, disini ane menggunakan composer jadi ane
    tinggal ketika perintah ini diterminal
composer require phpmailer/phpmailer
2. Jika sudah maka buat file pada satu direktory yang sama dengan file PHPMailer yang telah kita
    download tadi
touch index.php
3. Lalu ketikan syntak ini didalam file index.php, ini adalah contoh syntak send mail dari local server
    menggunakan PHPMailer

4. Lalu ketikan syntak ini di new file atau override file yang tadi, lalu isi dengan contoh syntak send       mail Melalu server smtp, disni kita menggunakan smpt.gmail.com :
Nah itu gan beberapa contoh penggunaan method send mail di PHPMailer untuk dokumentasi lebih lengkap bisa langsung meluncur ke PHPMailer


Nah sekian post dari ane, mudah-mudahan bermanfaat

See you on the next post

Senin, 26 Desember 2016

PHP - Cara menggunakan method __set_state()


Masih dalam magic method php yang menarik untuk dipelajari dan bermanfaat dalam pembuatan aplikasi. Jika dalam artikel sebelumnya ane sudah membahas beberapa magic method yang keren-keren dan bener-bener magic hehe, maka di artikel ini ane bakalan bahas sala-satu magic method bernama __set__state().

Magic method __set_state() menurut ane digunakan untuk merangkai serangkaian property dalam sebuah class dan akan otomatis terpanggil jika di debug menggunakan function var_export(),
ane tahu method ini setelah melihat penggunaanya dalam sata-satu framework. 


Dalam penggunaanya magic method ini menurut ane sangatlah mudah untuk diimplement dan dipahami.

Ini adalah contoh penggunaan method __set_state() dalam sebuah class :



Nah contoh syntak diatas itu adalah penggunaan sederhana dalam menggunakan method __set_state().

Lalu ini jika mendefine sebuah property dalam class maka secara otomatis akan nampak ketika kita debug dengan var_export



Nah mungkin sudah sedikit mengerti dan paham tentang sala-satu magic method ini.

Jika di simpulkan menurut ane method __set_state digunakan untuk merangkain property property yang nantinya digunakan lalu akan tepanggil secara otomatis jika mendebug class itu dengan var_export lalu akan nampil deh seluruh property dalam class itu, baik yang accessable maupun inaccessable. wah keren kan..


Demikian post artikel ini, semoga bermanfaat .

Terima kasih,, see you on the next post

Sabtu, 24 Desember 2016

PHP - 6 Library PHP Yang Paling Banyak Digunakan


Dalam sebuah proses development atau proses pembuatan aplikasi terkadang kita mendapatkan sebuah kasus yang sama, yaitu membuat sebuah fungsi yang sama dengan projek atau aplikasi yang sebelumnya, nah jika kita pikir2 kenapa kita harus mengulang apa yang sudah kita buat ? kenapa kita tidak buat sebuah global function yang bisa digunakan di berbagai aplikasi dan manfaatnya lalu bisa mempercepat proses development, dan dalam proses pembuatan projek kita terkadang suka males membuat sebuah function, karena feature2 standar selalu ada dalam sebuah aplikasi seperti sistem login/register, crud, export data to excel dll..

Nah dengan kasus yang seperti itu maka PHP sebagai bahasa outsourcing memiliki banyak library yang bisa membantu mempercepat pengerjaan sebuah aplikasi dan sangat bermanfaat karena semua sistemnya itu sudah bisa di katakan sangat jadi dan tinggal pake saja tanpa pusing mikirin apa-apa, betul tidak ?, klo ane dalam pengerjaan aplikasi suka menggunakan pacakge yang bernama Sentinel untuk sistem login/register dan bahkan permission, dan itu terbukti mempercepat proses development,

Nah disini saya akan memberitahu 6 library PHP yang paling banyak di digunakan dan sangat bermanfaat versi ane gan :D

Library yang berguna untuk proses export dan import data, biasanya sebuah aplikasi membutukan sebuah feature untuk mengambil data dalam bentuk excel atau pdf dan sebaliknya biasanya sebuah aplikasi membutuhkan feature untuk menarik data dari file bentuk excel, nah dari kebutuhan itu lah PHP Excel bisa sangat berguna gan.

2. Guzzle
Library yang berguna untuk Http request, jika sebuah feature membutuhkan request url atau API untuk mengambil sebuah data, maka Guzzle bisa sangat berguna dan penggunaanya sangat mudah.

Library yang satu ini sering dipake menurut saya, karena hampir disemua aplikasi sudah mewajibkan untuk mengirimkan sebuah informasi dalam bentuk email, jadi untuk agan yang punya kebutuhan send data via email bisa menggunakan library ini.

Aplikasi anda mewajibkan ada login with sosial media ? nah library ini bisa membantu anda jika sedang kasus seperti itu.

5. Whoops
Kalo library ini ane tahu dari framework laravel gan, kegunaanya untuk ngedebug error PHP gan, dan display error yang ditampilkan sangat detail dan memudahkan para developer untuk mencari errornya disebelah mana.

Library untuk management cache sistem dalam PHP, cache bisa mempercepat proses dalam aplikasi khusunya dalam load page yang sama secara berualang-ulang.



Nah itu gan library yang populer dan paling banyak digunain menurut ane :D

Terima kasih .. See you on the next post ..

Minggu, 18 Desember 2016

PHP - Penggunaan method __set() dan __get()


Jika di artikel sebelumnya ane ngebahas tentang magic method di php, maka di artikel ini ane juga bakalan membahas magic method lagi gan.

Di artikel ini ane bakalan membahas sala-satu magic method yaitu __set() dan __get(), apa itu ?
penasaran gak ?

Sama dengan magic method lainya kedua magic method ini sering di pakai dan sangat bermanfaat dalam pengolahan proses didalam sebuah class dan method, kalo di jelaskan satu-satu maka bisa di jabarkan 

Method __set() digunakan atau berjalan ketika memanggil property yang tidak bisa di akses dalam sebuah class

Nah sedangkan method __get() digunakan untuk memanggil property yang tidak bisa di akses tersebuah :D, jadi intinya __set untuk membuat property nya lalu __get untuk memanggil propertynya, cukup simple kan ?, jika didalam penggunannya 2 method tersebut sering digunakan untuk dynamic property dalam sebuah class, wow keren kan ?

Ane tunjukan sebuah simple syntak dalam penggunakan method __set() :



Nah contoh syntak di atas sering saya lihat di framework-framewok terkenal php, cukup simple dan mudah di pahami bukan ?,

Tapi jika ane coba untuk menampilkan value dari new_property tersebut maka hasilnya bakalan kosong, nah loh ?


Itu terjadi karena sesungkuhnya property itu memang tidak ada didalam class tersebut dan jika dicoba untuk di panggil maka akan kosong, jadi property ini bisa dikatan property yang tidak bisa di akses, nah terus apa gunanya ath :D, tenang untuk meresolved masalah tersebut cukup gunakan method __get(), yaa betulkan

Coba tambahkan method __get() dalam kelas tersebut seperti syntak di bawah ini :


Nah jika sudah gitu maka value new_property bakalan bisa ditampilkan gan, gmana gan ? keren kan ?
ini adalah contoh penggunaan __set() dan __get() dalam sebuah class, bener2 magic method kan.


Oke gan sebagian artikel dari ane, semoga bermanfaat bagi agan-agan yang membacanya


See you on the next post :D

Jumat, 09 Desember 2016

PHP - Penggunaan method __invoke() dan __toString()


Bicara tentang magic method, pasti sudah tidak asing lagi apalagi ane pernah bahas apa itu magic method dan kegunaanya pada di artikel sebelumnya, nah di post ane kali ini ane bakalan sharing knowlage ane tentang beberapa magic methods yang keren gan, iya keren karena emng bener2 magic nya ada ahhaha.

Jika di artikel sebelumnya ane mengejelaskan magic method __call dan __callStatic maka di artikel ane kali ini ane bakalan ngebahas tentang 2 magic method yang baru ane pelajari dan baru ane gunain hihi.

Nama method ini adalah __invoke dan __toString, mungkin agan2 pernah lihat method itu di beberapa code atau di framework-framework, kalo ane pernah nemunya di framework laravel gan,

Pertama

Magic method __invoke

Pengertian dari magic method ini adalah method yang otomatis terpanggil di dalam sebuah class jika class di panggil dalam sebuah object atau function, wah keren kan ? itu magicnya gan,, pasti belum terlalu mengerti tentang method itu, langsung aja ane kasih contoh :



Nah contoh syntak di atas sudah di pastikan error, karena tidak ada method dan bahkan tidak bisa memanggil method, karena tidak ada method sama sekali dan tidak memanggil method apapun di dalam class, hanya menjadikan class sebagai function, dan pasti error message akan muncul,

Lalu untuk me resolve masalah di atas cukup pake magic method yang __invoke gan,, lah serius ?
mari kita cobaa


Kedua __toString()

Pengertian magic method ini menurut ane sih engga bedanya ama __invoke, cman dalam pemanggilannya sedikit beda, jika __invoke digunakan dan akan terpanggil jika class di panggil sebagai function, tapi dengan adanya __toString() dialam class yang kita buat ketika kita coba echo $class tanpa method maka secara otomatis akan mehod akan terpanggil sebagai string, itu menurut ane :D,
Coba lihat ini adalah kegunaan method __toString()


Nah agan mungkin sudah paham sedikit kan :D,, simple dan tidak susah untuk di pahami menurut ane hehe


Nah sekalian post dari ane gan, terima kasih and see you on the next post ..

Sabtu, 19 November 2016

Laravel - Cara Cepat Dan Mudah Membuat Sistem Login/Register di Laravel


Seperti yang agan-agan tahu kalo laravel adalah sebuah framework PHP yang sangat populer akhir-akhir ini, kenapa kok bisa populer karena laravel menyediakan banyak fitur2 yang bisa mempercepat proses development bagi para developer, khususnya sistem login/register, nah di dalam laravel versi 5.2 mulai dibuat sistem auth scaffolding untuk membuat sistem login/register secara instan dan mudah hanya mengetik beberapa kata gan, dan itu sudah cukup untuk membuat sistem login dan logout dan bahkan langsung membaut sistem register user, keren kan ?. 

Manfaatnya bisa mempercepat development banget gan, karena sistem login/register sangat sering di di buat dalam hampir semua sistem aplikasi gan.


Oke disini ane bakalan ngasih tahu bagaimana sih cara membuat auth scaffolding di laravel :D, mari simak gan

Siapkan Peralatan
Jika laravel sudah terinstall maka agan tinggal ketikan perintah 
php artisan make:auth
Lalu jika udah mengetikan perintah itu maka laravel secara otomatis menggenerate file autenticate di controller, dengan default model User.php dan default halaman login di folder resource/views/auth,
nah jika success mengenerate authtenticate sistem maka agan tinggal buka laravel aplikasinya di webserver agan masing2, atau agan bisa pengetikan perintah
php artisan serve
jika sudah maka buka http://localhist:8000, lalu buka ke halaman http://localhist:8000/login, maka halaman akan terlihat seperti ini :


Nah agan tinggal coba masukan username dan password users agan, atau kalo blm ada, agan tinggal menuju halaman registrasi user yang telah di buat otomatis juga oleh laravel, keren kan gan :D


Nah sekian tutorial dari ane gan, semoga bermanfaat 



See you on next post

Sabtu, 12 November 2016

Framework - Cara Mudah Install Laravel Framework


Hai gan, di artikel ini ane bakalan ngasih tahu cara install laravel dan menjalankan laravel framework di laptop/komputer, sebenernya caranya mudah dan bisa memakai banyak cara tapi di sini ane bakalan ngasih tahu bagaimana cara install laravel via composer, kenapa via composer karena menurut ane cara itu cara yang paling gampang dan jarang gagal hehe

Oke langsung aja,  pertama siapkan alat perang yaitu

  • Composer => cara install composer
  • PHP >= 5.6.4
  • OpenSSL PHP Extension
  • PDO PHP Extension
  • Mbstring PHP Extension
  • Tokenizer PHP Extension
  • XML PHP Extension
Nah jika semua required itu ada dan terinstall maka kita tinggal download aja laravel via composer dengan cara mengetik perintah ini di terminal agan :
composer create-project --prefer-dist laravel/laravel kun-learning-laravel
Dengen menjalankan perintah itu maka laravel akan di install dan di taruh pada folder kun-learning-laravel, tunggu beberapa saat hinggal prosess install dependencies selesai

Lalu jika proses installasi sudah selesai maka kita tinggal masuk ke folder laravel yang kita sudah beri nama tadi gan :
cd kun-learning-laravel
Lalu jalankan perintah ini :
php artisan serve
Nah fungsi dari perintah ini adalah untuk membuat server local laravel di komputer kita gan,, jadi jiak server sudah jalan maka kita tinggal buka browser dan akses url http://localhost:8000.
Jika sukses maka outputnya akan seperti ini :




Nah sekian post dari ane, semoga bermanfaat, Terima kasih

See you on the next post :D


Sabtu, 05 November 2016

Mengenal htaccess untuk mempercantik URL website


Jika agan sering menggunakan framework seperti laravel atau codeigniter(CI) maka agan akan sering melihat sebuath file berextensi .htaccess yang ada di direktori file framework tersebut, jujur pas ane pake framework ane engga tahu pasti apa kegunaanya, yang ane tahu pas ane pake CI ane risih dengan index.php dan ingin menghilangkan index.php dari url website ane, nah ane cari tahu di google bagaimana caranya, dan ternyata ane bertemu lah dengan .htaccess, nah dari situ yang ane tahu bahwa .htaccess digunain buat menghilangkan index.php dari url website, begitu pun dengan laravel yang menghilangkan index.php dari url website.

Tapi dari waktu kewaktu ane sedikit pengen tahu kok peletakan query string atau parameters di framework sangat beda dengan php native pada umumnya, yang biasayanya
Jika di PHP native untuk menyisipkan query string menggunakan ?nameparam=nilaiparam, tapi dengan framework itu semua diganti menjadi {domain}/namaparam/nilaiparam, nah dari situ ane mulai mencari tahu kok bisa ?, dan cari-cari di google ternyata itu adalah kerjaanya si .htaccess,, nah lohh ternyata ane baru tahu klo .htaccess digunain buat modify url atau modify url, wah ane terkejut selain buat modify url .htaccess juga bisa mengatur dan me-manage url akses website, kita bisa membuat sebuah pengaturan misalkan url untuk akses asset seperti css, jquery yang seharunya tidak bisa di akses oleh user tapi kebanyatakan masih user masih bisa akses folder asset dari sebuat website, nah untuk menghindari hal yang berbaya seperti itu maka kita bisa mengatur agar user tidak bisa mengakses folder resource dengan .htaccess gan,, wow keren kan. htaccess juga bisa dibilang bisa digunain but keamanan user dan membatasi akses user.

Jujur ane belum expert dalam .htaccess, ane baru belajar .htaccess baru-baru ini hehe, tapi ane udah belara bagaimana overide url query string menjadi kaya framework-framework terkenal gan hehe, keren 

Ane bakalan kasih sedikit koding di .htaccess yang digunain buat overide url 

Pertama. siapkan peralatan :
  1. Laptop 
  2. Apache
Kedua, pastikan Mod_Rewrites yang ada di apache itu active, ane pake ubuntu gan, jadi untuk mengactivekan itu ane cuman tinggal mengetikan perintah dibawah ini untuk mengaktifkan Mod_Rewrites :
sudo a2enmod rewrite

Nah jika udah success makan akan muncul output : Module rewrite already enabled
Ketiga, jika sudah enabled maka kita allow kan access .htaccess terhadap webserver yang kita akses, misalkan kita ingin allow .htaccess di host default apache, maka lakukan 
sudo nano /etc/apache2/sites-available/default
Lalu edit menjadi seperti ini :

     Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
     AllowOverride All
     Order allow,deny
     allow from all

Nah jika sudah maka save perubahan lalu restart webserver apache 
sudo service apache2 restart
Lalu untuk mengujinya mari kita buat sebuah file .htaccess di direktory root webserver kita,
Buat folder dengan nama bebas
sudo mkdir /var/www/kun-learning/
Lalu buat file .htaccess 
sudo nano /var/www/kun-learning/.htaccess
Lalu kita buat file index.php di dalam folder yang tadi kita buat
sudo nano /var/www/kun-learning/index.php
Lalu kita buat syntak sederhana di dalam file index.php untuk menampilkan query string yang ada pada url itu  :
Lalu kita kita akan membuat mekanisme overidenya gan, kita sering menggunakan query string yang berada di url seperti ini index.php?id=1, nah fungsinya biasanya untuk id 1 adalah primary key dari sebuah data misalkan product : 
nah dengan htaccess maka kita bisa menggantinya menjadi : product/1
Lalu bagaimana menggantinya, nah kita overide access query string itu dengan .htaccess gan
ketikan syntak ini di file .htaccess agan 
RewriteEngine on
RewriteRule ^product/([^/.]+)$ index.php?id=$1

Nah bisa dilihat itu adalah syntak htaccess untuk mengoveride index.php, walaupun ada banyak syntak htaccess yang bisa kita gunain buat modify url sesuai keinginan kita dan terutama keamanan website kita gan, Oke jika sudah save lalu coba agan buka localhost webserver agan masing-masing.

Misalkan : http://localhostl/kun-learning/product/1

Lalu jika success maka outputnya akan nampak seperti berikut 
array (size=1)
  'id' => string '1' (length=1)

Nah selamat anda berhasil memodifikasi url anda sama seperti framework-framework, horeee

Nah itu gan contoh sederhana penggunaan .htaccess di website, keren kan untuk agan-agan yang ingin lebih dalam mempelajari tentang .htaccess bisa meluncur langsung ke website : apache .htaccess 
atau 
website ke website doc apache .htaccessnya : htaccess documentation

Oke gan sekian artikel dari ane, semoga bermanfaat bagi agan-agan yang membacanya, Terima kasih


See you on next post .. 

Minggu, 30 Oktober 2016

CRUD dengan PDO-MySql



PDO atau PHP Data Objects adalah sala-satu driver yang diciptakan oleh PHP dengan penggunaannya yang berbasis Objek, jadi menurut ane lebih mudah di pahami dan mudah di gunakan dan terstruktur, jika biasanya menggunakan mysql_connect() untuk menghubungkan database dengan php, maka dengan PDO maka cara itu akan dibuah, MySql PDO diciptakan untuk mengganti penggunaan mysqli_connect() atau mysql_connect() dan mengganti pemanggilan mysql_query(),bisa di bilang kita harus segera move on dari kodingan yang dulu dan segera menggunakan MySql PDO, kenapa ? karena ane denger dari banyak forum-forum, Mysql PDO dalam performance lebih cepat daripada MySql biasa dan Mysql sudah mulai banyak di tinggalkan dan mungkin akan segera di hapus oleh PHP di versi yang akan datang, dan teknologi bind paramnya yang ane suka gan, karena dengan adanya itu kemungkinan sql injection bisa di hindari, karena Mysql PDO menurut ane sudah include dengan security, dari pada menggunakan Mysql yang karenanya kita harus susah payah membuat security sendiri, di dunia kerja itu bisa wasting time banget deh hehe.

Oke disini ane bakal memberi tutorial Simple CRUD menggunakan MySql PDO 

  • Buat sebuah file dengan nama db_connect.php lalu isi syntak seperti di bawah ini :


  • Dalam satu direktory yang sama buat 1 file baru bernama index.php lalu isi syntak seperti dibawah ini :

  • Lalu disni kita akan membuat 1 halaman yang akan memanggil halaman lain atau partial page, gimana ? menarik bukan ?, ayo langsung saja buat 2 file bernama list.php dan form.php, list.php akan kita gunain untuk show data, lalau form.php nanti digunain buat edit atau add data,
  • Lalu isi file list.php dengan syntak seperti di bawah ini


  • Lalu isi file form.php dengan syntak seperti di bawah ini


  • Lalu kembali ke file index.php, file yang akan mejadi jantung dari aplikasi yang kita buat, tambahkan syntak seperti dibawah ini :


Jika langkah-langkah di atas sudah dilakukan tinggal kita test langsung bukan http://{domain-localhost}/index.php.


Nah sekian tutorial dari ane, semoga bisa membantu agan-agan yang lagi belajar PHP, jangan lupa comment dan share ya gan :D, Terima kasih ..

See you on next post ..

Sabtu, 29 Oktober 2016

Standar Coding dalam PHP atau PSR



PSR dalam php sangatlah penting gan, karena menurut ane itu menjadi sebuah tolak ukur nilai dari koding/syntak yang kita buat, dan yang lebih penting supaya koding kita terlihat cantik dan rapih hehe, koding yang rapih dan enak dilihat merupakan kebanggan tersendiri bagi ane, walau pada kenyataanya ane masih belum sempurna dalam mengimplementasikan koding yang rapih dan sesuai PSR, karena programer juga manusia dan manusia tidak ada yang sempurna :D

Sampai saat ini PSR terdiri dari PSR-1,PSR-2,PSR-3, dan PSR-4, sebenarnya ane blm tahu jelas tentang perbedaan dari PSR-1 sampai PSR-4 tapi yang ane ambil adalah standars coding nya aja hihi karena dari setiap PSR memiliki standars syntak yang bagus dan oke buat di tiru hih


Oke langsung ke basic simple syntak PSR 

Berdasarkan artikel yang ane baca di website ini psr-1 dapat di ambil beberapa standards seperti :
  1. Penulisan tag php seharusnya hanya boleh  
  2. Penulisan namespace dan classes seharusnya mengikuti sebuah autoload => namesapce dalam php
  3. Pembuatan class seharusnya di declare dalam Studlycaps
  4. nama method harus di declare dalam bentuk camelCase
  5. PHP code seharusnya menggunakan hanya encoding UTF-8 tanpa BOM.
Lalu ini beberapa PSR yang saya pelajari dan saya sering pakai di dalam projek yang ane kerjain

1. Jangan memakain tag closing php jika file itu hanya digunakan untuk syntak PHP saja
2. PHP keyword seharunya hurup kecil semua :
3. Beri jarak 1 line blank antara namespace dan use :


4. Parameters yang memiliki default value harus ada di akhir deklarasi dalam method :


5.Parameters yang ada di dalam sebuah method harus di beri jarak 1 spasi jika lebih dari 1:


6. Jika dalam memanggil method nama variabel terlalu panjang maka bisa di split antara           line atau bisa di taruh di line selanjutnya :


7. Ketika menggunakan sebuah if, elseif dan else berikan jarak 1 spasi pada kurung                 pembuka, lalu untuk elseif dan else harus pada di line yang sama atau sejajar                       dengan penutup kurung :


Nah itu gan beberapa standars koding yang ane sering terapin di projek-projek ane,
sebenarnya masih banyak PSR yang ane belum tunjukin tapi jika ingin mempelajari lebih dalem bisa langsung meluncur ke situs websitenya : www.php-fig.org/psr


Terima kasih gan,, dan jangan lupa comment and share ya

See you on next post

Mengenal dan menggunakan Namespace di PHP


Apa itu namespace ? bisa di bilang menurut ane namespace itu di gunain buat mendefinisikan sebuah file php, atau namespace juga bisa digunakan untuk me-manage tata letak dan nama dalam sebuah file php, jika kebiasan kita hanya membuat sebuah file berextensi php lalu kita hanya membuat sebuah syntak di dalam file itu tanpa menamai dan mendefinisikan file itu ada di tempat mana dan apa nama tempate file itu?, nah menarik bukan, oleh karena itu namespace di lahirkan.

Namesapce bisa di katakan suatu cara untuk membungkus sebuah items dan membuat file menjadi terstruktur dan rapi menurut ane, karena banyak framework-framework php menggunkana namespace di setiap filenya, contohnya framework laravel, ane tahu namespace dan keguaan nya dari framework laravel.

Ini contoh sederhana penerapan namespace :


Lalu di artikel ini ane tidak akan membahas namespace dari dasar, tapi ane di sini bakalan memberitahukan cara penggunakan namespace dan autoload + composer, gimana gan menarik kan ? kenapa ane memberitahukan hal seperti itu, karena penggunaan namesapce dan autoload + composer sudah banyak digunakan dalam syntak php khususnya framework-framework terkenal seperti laravel.

Langsung saya ke prakteknya gan,, sebelum lanjut ke pengajaran kita siapkan dulu mesin tempurnya gan
  1. sebuah komputer/laptop yang udah terinstal Xampp/Lampp
  2. composer yang sudah terinstal dan bisa di pakai, jika belum terinstall maka langsung ke sini gan => how to install composer
Jika peralatan sudah tersedia maka langsung saja, disni ane pake ubuntu linux, jadi jika ada perintah-perintah yang tidak tersedia di window maka sesuaikan ya gan heheh 

buat folder dengan nama bebas di sini saya memberi nama kun-learning

mkdir kun-learning && cd kun-learning

buat file composer.json dengan mengetik perintah :
composer init
lalu akan di minta mengisikan config composer.json yang ada inginkan, tapi jika masih bingung maka tekan enter-enter aja oke hehe. lalu jika berhasil maka akan tergenerate sebuah file composer.json yang terlihat seperti ini :



Lalu jika sudah tergenerate maka kita buat sebuah folder bernama src
mkdir src && cd src 

Nantinya di dalam folder src menjadi tempat untuk file-file codingan kita gan, file-file itu akan memiliki namaspace masing-masing, lalu file-file itu kita akan panggil menggunakan use, kenapa use karena file-file itu sudah menggunakan namespace, oke lanjut

buat file bernama Kin.php di dalam folder src

touch Kin.php &&

Jika sudah dibuat maka isi Kin.php dengan syntak :
 

lalu setelah itu,, kita buat autoloadnya menggunakan composer gan, kembali ke root direktori agan

cd ../


Lalu edit file composer.json menjadi seperti ini:



Nah bisa dilihat di file composer.json kita menambahkan autoload.

sedikit penjelasan tentang apa yang di tulis di dalam autoload itu
  1. psr-4 : itu adalah singkatan PHP Standards Recommendations, disini kita menggunakan psr-4
  2. lalu ada syntak "Kun\\": "src/", bisa dibilang itu mendefinisakan bahwa semua file yang ada di dalam folder src memiliki namesapce Kun, jadi penamaanya akan disiplin dan termanage kalo menurut ane hehe
Lalu selanjutnya adalah mengetik composer update di terminal :

composer update

lalu composer akan menggenerate folder vendor yang isinya adalah folder composer, lalu coba agan buka file vendor/composer/autoload_psr4.php, lalu isinya kurang lebih akan seperti ini :



Didalam file itu adalah setingan autoload yang di generate oleh composer, lalu selanjutnya jika kita sudah membuat autoloadnya maka kita tinggal panggil classnya menggunakan use,

Oke segera buat file index.php
touch index.php

lalu isi index.php dengan syntak seperti ini :



Nah lalu buka http://{doamin-localhost}/kun-learning

Lalu jika berhasil maka outputnya akan keluar, dan selamat agan berhasil mengimplementasikan namespace dengan autoload horee. 


Nah itu sedikit cara penggunaan namespace di php, sangat berguna bukan,, menurut ane sangat berguna khusunya dalam hal me-manage file-file..

Nah sekian tutorial dari saya, Terima kasih 

See you on next tutorial ..